Rumah adat Boyang bukan sekadar hunian tradisional, melainkan mahakarya mitigasi bencana leluhur Mandar. Tiang-tiang penyangga tidak ditanam mati ke dalam tanah, melainkan diletakkan di atas batu pipih cembung (pallangga). Struktur pasak kayu fleksibel memungkinkan bangunan bergoyang mengikuti getaran gempa tanpa mengalami patah getas.
Filosofi ini membuktikan bahwa mitigasi struktural telah diwariskan secara turun-temurun di pesisir Majene jauh sebelum pedoman bangunan tahan gempa modern diperkenalkan.